Blogger news

Sports

Sabtu, 21 Januari 2017

Sejarah Nabi Muhammad saw.II

KELANJUTAN DARI KHULASOH NABI MUHAMMAD SAW.
pada tulisan yang pertama, semoga bisa membantu meringankan teman sekalian yang ingin belajar meneladani biografi nabi muhammad saw mulai dari pertama aamiin.

Pada masa remaja nabi  nabi muhammad pergi ke negara syam guna untuk berdagang milik Sayyidah Khodijah, janda kaya raya pada saat itu. Siti Khodijah banyak menyewa tenaga kerja namun banyak yang kurang jujur dalam melakukan pekerjaannya, hingga suatu saat  Siti khodijah mendengar kejujuran, dapat diperya dan akhlaqnya yang mulia, yakni muhammad.

Nabi muhammad berdagang kenegara syam di sertai oleh maisyaroh budaknya Sayyidah khodijah, saat setelah pulang dari syam nabi membawa untung yang besar hingga mengalahi  para pekerja khodijah yang sebelumnya.

Sehendak pulang dari syam nabi muhammad mempersunting sayyidah khodijah, yang hal itu nabi muhammad dilamar oleh sayyidah khodijah sendiri, bukan nabi muhammad yang melamar sayyidah khodijah. Umur nabi muhammad saat itu masih dua puluh lima tahun.

Siti khodijah saat itu berumur empat puluh tahun dan memiliki putra yang bernama (  Halah ) " namun sebagian ulama' mengatakan namanya adalah Hindun." dengan suami yang sebelumnya, yaitu abi halah. akhirnya Siti khodijah berkumpul bersama nabi, yang mana perkumpulan sayyodah khodijah bersama nabi, kira-kira 25 tahun. Nabi saat beristri khodijah tidak menikah  lagi, sampai sayyidah khodijah wafat.

Ketika perkumpulan sayyidah khodijah bersama nabi mendapat lima tahun, orang quraisy bersepakat untuk memperbarui bangunan ka'bah, tujuannya, yaitu : untuk menambahi atap dan menambah tinggi bangunan ka'bah.

Ketika pembangunan mencapai tempat Hajar Aswad, qobilah quraisy memiliki perbedaan pendapat, siapa orang yang mau meletakkan batu dari syurga itu. Hingga pada akhirnya mereka bersepakat, orang yang pertama masuk kedalam masjid. Dialah yang nantinya berhak meletakkan batu itu pada tempatnya.

Maka orang yang pertama masuk masjid itu ialah nabi muhammad  saw, berbhagialah hati mereka, karna  sifatnya nabi yang al amiin. Kemudian nabi menaruh hajar aswad itu di atas selendang, dan meminta para kepala qobilah untuk memegang setiap ujung selendang itu dan membawa ketempatnya.
Setelah hampir sampai pada tempatnya nabi muhammad mengamb batu itu  dan meletakkannya.

Hingga hilanglah perbedaan pendapat orang quraisy sebab keadilan dan kebijaksanaan nabi.
NEXT.